Tentang

Masjid Raya Bintaro Jaya

Masjid Raya Bintaro Jaya berdiri pada tanggal 1 Ramadlan 1417 H bertepatan dengan tanggal 10 Januari 1997. Secara formil diresmikan penggunaannya oleh Prof.KH. Ali Yafie selaku Dewan Penasihat Masjid dan Ir. Hanafi Lauw selaku Presiden Direktur PT.Pembangunan Jaya.

Masjid Raya Bintaro Jaya ini berdiri diatas lahan seluas 5.415 m² dengan keseluruhan luas bangunan masjid beserta infrastruktur pendukungnya seluas 1.700 m². Dalam penggunaannya, Masjid Raya Bintaro Jaya dapat menampung jamaah hingga 1100 orang dengan lahan parkir yang sanggup menampung 70 kendaraan roda empat. Masjid Raya Bintaro Jaya ini juga memiliki beberapa fasilitas pendukung ibadah dan pendidikan yang terdiri dari;

1. Ruang Sholat

2. Ruang Serbaguna

3. Ruang Majlis Taqlim

4. Ruang Klinik

5. Sekretariat

6. Pos Keamanan

7. Ruang Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ)

8. Perpustakaan

9. Ruang Rapat.

Secara umum, masjid Raya memiliki lingkup kegiatan yang dapat digolongkan kedalam 5 (lima) kelompok kegiatan, yaitu:

a. Bidang Peribadatan

b. Bidang Pendidikan

c. Bidang ZIS dan sosial

d. Bidang Pengelolaan dan Pengembangan

e. Bidang Pendukung Operasional

Organisasi MRBJ bersifat independen, mandiri, amanah dan bebas dari intervensi politik atau aliran agama tertentu. Dikelola oleh managemen profesional yang berlandaskan sukarela, terbuka, selektif, akuntabel dan transparan. Organisasi MRBJ terdiri dari Dewan Kehormatan, Dewan Pakar, Dewan Pengurus dan Badan Pelaksana.

MRBJ berfungsi sebagai "MIMBAR-MIHRAB-MENARA". Fungsi Mimbar adalah sebagai sarana syiar/dakwah Islam yang menyejukkan untuk membentuk manusia yang berakhlak mulia. Fungsi Mihrab adalah sebagai tempat ibadah yang bersih, nyaman dan khusuk, dan fungsi Menara diartikan untuk mensejahterakan dan memberdayakan umat disekitar MRBJ.